anggaran MBG Rp 335 triliun
Jakarta – Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran besar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 2026, yaitu mencapai Rp 335 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pagu anggaran program pada tahun sebelumnya dan memicu berbagai respons dari publik, ekonom, serta kalangan pemerhati anggaran negara.
📈 Lonjakan Anggaran MBG 2026
Program MBG yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu program prioritas dalam rapat pembahasan RAPBN 2026. Dalam pidato penyampaian RAPBN dan Nota Keuangan di hadapan DPR RI, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp 335 triliun.
Anggaran sebesar itu dirancang untuk menjamin keberlanjutan penyediaan makanan bergizi gratis bagi masyarakat, termasuk jutaaan peserta didik di seluruh Indonesia, selain juga ibu hamil, menyusui, dan kelompok rentan lainnya.
🎯 Porsi Anggaran dalam APBN
Anggaran Rp 335 triliun bukan angka kecil — jumlah ini ikutan menyerap sekitar 44 % dari total anggaran pendidikan dalam RAPBN 2026, menunjukkan fokus pemerintah pada intervensi gizi sebagai bagian dari kebijakan sosial.
Selain itu, alokasi ini juga jauh lebih besar dari realisasi anggaran MBG tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp 71 triliun, dengan target penerima manfaat sekitar 17,9 juta orang. Tahun depan, MBG diproyeksikan menjangkau lebih dari 82,9 juta penerima di seluruh Indonesia.
💬 Sorotan Publik & Kritik Ekonom
Besarnya anggaran MBG mendapat sorotan tajam dari publik dan beberapa ekonom. Ekonom sekaligus Sekretaris Jenderal International Economic Association, Lili Yan Ing, menilai alokasi Rp 335 triliun itu “terlalu besar dan tidak proporsional” dibandingkan kebutuhan sebenarnya — menurutnya program semacam ini bisa berjalan efektif dengan anggaran sekitar Rp 8 triliun jika dikelola efisien.
Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap anggaran MBG 2026 untuk memastikan bahwa anggaran tersebut terserap dengan optimal dan efektif. Ia memperkirakan kemungkinan hanya sekitar Rp 200 triliun yang terserap secara efektif, sementara sisanya perlu dikaji lebih lanjut agar tidak mubazir.
📌 Tantangan Penyerapan Anggaran
Kritik juga muncul karena realisasi anggaran MBG pada 2025 relatif rendah, hanya sekitar 7 % dari total pagu yang telah digunakan di tengah jalan, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah anggaran jumbo di 2026 bisa terserap maksimal.
Selain klaim positif soal perluasan jangkauan bantuan, ada juga kekhawatiran soal efisiensi belanja dan dampak fiskal jangka panjang — terutama dalam kondisi defisit anggaran dan tekanan ekonomi global.
🤝 Pemerintah Tetap Kuatkan MBG
Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan komitmen terhadap MBG. Menurut data dari Badan Gizi Nasional (BGN), anggaran besar itu bertujuan mendukung intervensi gizi harian yang intensif — bahkan diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun per hari untuk menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi seluruh penerima manfaat.
Pemerintah juga menyatakan bahwa program ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk pemberdayaan koperasi, UMKM, serta pelaku rantai pasok makanan bergizi di pelosok daerah.
Author: Cakrawala Nusantara X Harum108